Senin, 29 November 2010

Manusia Dan Harapan

Manusia dan Harapan Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia sehingga bisa menjadi miliknya. Dalam hal ini, seorang manusia dan harapannya agar dapat dicapai, memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada Tuhan. Kepercayaan kepada diri sendiri dapat ditimbulkan dengan mulai memiliki konsepsi diri yang positif baik itu melalui fisik, cara berpikir dan jiwa yang akan membantu dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain ataupun bersosialisasi dengan orang lain sehingga terjalin secara positf dan berkesan dengan baik sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud. Adapun kepercayaan kepada orang lain bisa ditimbulkan dengan merasa pantang untuk melakukan kebodohan dan kecurangan ataupun perilaku korupsi sehingga orang lain merasa percaya dalam membebankan apa yang diamanatkannya dan itu merupakan sesuatu yang kita harapkan. Hal tersebut bisa disebut dengan relationship. Kepercayaan terhadap Tuhan dapat diwujudkan dengan menjalankan segala perintah yang disuruh-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya serta beribadah dan beramal sesuai dengan agama yang diyakini. Dalam hal ini pengertian ibadah secara luas dimana kesemua kegiatan berorientasi  kepada tuhan.

Manusia Dan Pandangan Hidup

A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
          Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu is menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa anti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

B. CITA-CITA
          Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.
Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor.
- Faktor manusia
- Faktor kondisi
- Faktor tingginya cita-cita

C. KEBAJIKAN
         Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan nonna-norrna agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment).
Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.

D. USAHA / PERJUANGAN
          Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia hams kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempuma. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia hams kerja keras. Apabila seseorang bercita-cita menjadi ilmuwan, ia hams rajin belajar dan tekun serta memenuh semua ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya.
Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian/ketrampilan.

E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
         Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.
(a) Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan.
(b) Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir.
(c) Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib Minya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.

F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAI1K.
        Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
(1) Mengenal
(2) Mengerti
(3) Menghayati
(4) Meyakini
(5) Mengabdi

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggung jawabannya. Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung-jawabannya.
Bila si mahasiswa malas belajar, dan ia sadar akan hal itu. Tetapi ia tetap tidak mau belajar dengan alasan capek, segan dan lain-lain. Padahal ia menghadapi ujian.Ini berarti bahwa si mahasiswa tidak memenuhi kewajibannya, berarti pula ia tidak bertanggung jawab.
Berikut ini diberikan penggambaran bagaimana suatu tanggung jawab diberikan oleh dua orang yang kualitas tanggung jawabnya berbeda.


Susilo ialah seorang pegawai yang tekun dalam melaksanakan tugasnya. Ia datang sebelum waktu kerja dimulai. Tanpa banyak bicara dikerjakan tugasnya. Setelah selesai tugas yang dikerjakan, ia memberikan hasil pekerjaannya kepada atasannya sebagai pertanggungjawabannya. Ia pun tidak banyak hilir mudik dikantomya untuk persoalan kepentingannya sendiri, seperti buang air, mencari inakanan atau minuman. Ia pun pulang pada waktu jam kantomya usai.Bila ada pertanyaan dari atasannya tentang pekerjaan yang dilakukan, ia pun memberikan jawaban secara baik dan pasti. Ia dapat memberikan pertanggungjawaban atas tugas-tugas yang diberikan kepadanya, sehingga konduitenya baik, naik pangkat pada waktunya, dan memperoleh penghargaan khusus waktu tertentu.
Berbeda dengan Hudiyanto yang datangnya terlambat dan pulangnya sering lebih cepat. Sementara waktu kerja ada saja kepentingan pribadinya yang lebih dulu dikerjakan daripada kepentingan kantor, sehingga pekerjaan yang diserahkan kepadanya sering tidak selesai pada waktunya,itu pun masih banyak kekurangan atau kesalahan yang terdapat didalamnya. Bila ia ditanya oleh atasannya, selalu ada saja yang dijawabnya. Yang rumahnya jauh, istri atau anaknya sakit, ada urusan keluarga, ada famili yang meninggal. Karena itu kenaikan pangkat dan gajinya sering ditunda, dan ada gejala ia akan dipindahkan ke tempat lain yang sifatnya hukuman. Hudiyanto bukan orang yang bisa dan mau bertanggung jawab, melainkan ia hanya bisa tanggung menj awab saja.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup berrnasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dan sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang hams memulihkan ke dalam keadaan baik. Dan sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang hams dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari pebuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban atau

beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri, atau pihak lain. Dengan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

A. PENGERTIAN KEGELISAHAN
     Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berati tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dan kecemasan. Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan(obyektuf), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.

B. SEBAB-SEBAB ORANG GEISAH
    Apabila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya.

C. USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang.

D. KETERASINGAN
     Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilaku yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat. Perilaku yang tidak dapat dibenarkan itu selalu menimbulkan keonaran dalam masyarakat, sifatnya bertentangan dengan atau mnyentuh nilai-nilai kemanusiaan. Keterasingan dalam hal ini sifatnya dapat dipaksakan oleh anggota masyarakat, ataupun oleh intitusi yang diciptakan oleh masyarakat kepada si pelaku. Keterasingan yang dipaksakan oleh manusia lain dalam masyarakat misalnya, tidak simpati, tidak mau berurusan, tidak mau mendekati, tidak mempedulikan, memboikot, bahkan mengisolasi di pelaku. Orang yang bersikap angkuh, sombong, besar kepala, tidak menghormati orang lain selalu akan tersisih dari pergaulan masyarakat, karena perilaku semacam ini tidak disenangi dan dibenci masyarakat. dalam karya sastra Abdul Muis yan berjudul "Salah Asuhan", Hanafi yang berpendidikan barat adalah tipe orang yang sombong, angkuh, tak menghormati orang lain. kekurangan yang ada pada diri seseorang dapat juga membuat keterasingan. Kesalahan yang dibuat seseorang juga dapat membuat orang itu dalam keterasingan, dan karena itu ia merasa gelisah.

E. KESEPIAN
    Kesepian berasal dari kata sepi yang berati sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berati merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Bila kita perhatikan sepintas lalu keterasingan dan kesepian itu serupa tetapi tidak sama Jadi kesepian itu akibat dari keterasingan dan kesepian itu serupa tetapi tidak sama, namun ada hubunganya. Orang yang frustasi itu bersikap rendah diri, sengaja menjauhi pergaulan ramai, kebalikan dengan orang yang bersikap sombong.

F. KETIDAKPASTIAN
    Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian tentang lulus atau tidak dalam ujian sarjana yang sudah lama ditunggu-tunggu membuat orang gelisah, lulus atau tidak lulus ujian sarjana akan menentukan status atau karir hidupnya.

G. SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAKPASTIAN
    Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah.

1. Obsesi obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang teruss menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita.

2. Phobia Ialah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.

3. Kompulasi Ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.

4. Histeria Ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.

5. Delusi Menunjukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.

6. Halusinasi Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera.

7. Keadaan Emosi Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya.

H. USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
     Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Orang yang bersikap sombong atau angkuh bila mengalami musibah, bar berkurang kesombongannya, tetapi mungkin tidak.

Rabu, 03 November 2010

Manusia Dan Penderitaan

1 Pengertian Penderitaan
     Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
     Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat, tidaknya intensitas penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderoitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagian
     Penderitaan akan di alami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan " resiko " hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan darinya.

2. Siksaan
       Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan

       Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan :
Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan diambil.
Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri ataupun jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai kesepian tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan yang otinggalnya di tempat yang sepi.
Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dan lain sebagainya.
Banyak sebab yang menjadikan sesseorang merasa ketakutan, antara lain :
A. Claustrophobia dan Agoraphobia
     Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada ditempat terbuka.
B. Gamang
     merupakan ketakutan bila seseorang di tempat yang tinggi. Hal itu disebabkan karena ia takut akibat dia berada ditempat yang tinggi.
C. Kegelapan
     merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap.
D. Kesakitan
     merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
E. Kegagalan
     merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.

3. Kekalutan Mental
        Penderiitaan batun dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang ajar.

     Gejala-gejala permulaan bagi sseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
A. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada lambung.
B. Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
     Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan adalah :
A. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya.
B. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
C. Kekalutan merupakan titit patah adn yang bersangkutan mengalami gangguan.
     Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental,antara lain :
A. Kepribadian yang lemah
B. Terjadinya konflik sosial budaya
C. Cara pematangan batin
     Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang yang mendorongnya ke arah
A Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hisu, misalnya melakukan sholat tahajur waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jala keluar untuk mengatasi kesulitan.
B. Negatif : trauma yang dialami diperlarutkan atau di perturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang di inginkan.

Bentuk frustasi antara lain :
1. agresi berupa kemarahan yang meluap-luap
2. regresi adalah kembali pada pola reaksi yg premitif
3. fiksasi adalah perletakan atau pembahasan pada suatu pola yg sama
4. proyeksi memproyeksi kelemahan dan sikap-sikap sendiri yg negatif pada orang lain
5. identifikasimenyamakan diri dengan seseorang yg sukses dalam imaginasinya
6. narsisme adalah self love yang berlebihan
7. autisme adalah gejala menutup diri secara total dario dunia riil

4. Pederitaan Dan Perjuangan 
     setiap manusia pasti mengalami penderitaan,baik berat ataupun ringan . Penderitaan adalah bagian kehidupan menusia yang bersifat kodrati. karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin bahkan menghindari atau menghilanglkan sama sekli. Manusia adalah mahluk berbudaya dengan budayanya uitu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau di alaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif.

5. Penderitaan, Media Masa Dan Seniman 
        Media masa merupakan alat yang paling tepat untung mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara tepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentinggnya komunikasi yang di lakukan pera seniman melaluio katya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat emnghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

6. Penderitaan Dan Sebab-sebabnya
      Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
      Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
B. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
      Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan/azab tuhan. namun kesabaran dan tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

7. Pengaruh Penderitaan

       Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan larena tidak  bahagia , sikap kecawa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam pribahasa "sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna", " nasi sudah menjadi bubur" . Kelanjutan dari sikap ini dapat timbul dikap anti, misalnya anti kawin, atau tidalk mau kawin.

Manusia Dan Keindahan

1. Keindahan
      Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus,, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia.
     Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik y7ang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenarannya nberarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah, karena dasarnya tidak benar.
     Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, seleramode, kedaerahan atau lokal. Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampur adukkan saja. disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :
    A. keindahan dalam ati yang luas
    B. keindahan dalam arti estetis murni
    C. keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Pengertian keindahan yang seluas - luasnya meliputi :
- Keindahan seni
- Keindahan alam
- Keindahan moral
- Keindahan intelektual
   * Nilai Estetik
              Dalam ranglka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercangkup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. 
              Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana unyuk suatu hal lainnya, yakni nilai yang berasifat sebagai alat atau membantu. Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuanm, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
* Kontemplasi Dan Ekstansi
              Keindahan dapat dinikmati menurut sekera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalahdasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka kaan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat, mendengar.

2. Renungan
        Renungan berasal dari kata renung , yang artinya diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk memciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : Teori pengungkapan , teori metafisik, dan teori psikologis.
  A. Teori Pengungkapan
        Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an exprenssion of human feeling" (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Seorang tokoh lain dari teori pengungkapan adalah Leo Tolostoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang sseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkannya itu kemudian dengan perantaranya pelbagian gerak,garis, warna,suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata.
  B. Teori Metafisik
       Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagai membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.Mengenai sumber seni platomengemukakan suatu teori peniruan. Ini sesuai dengan merafisika plato yang mengendalikan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi.
  C. Teori Psikologis
       Teori-teori metafisis dari paraf yang bergerak di atas taraf manusiawi dengan konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Senbagian ahli estetik dalam abad modern menelah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pmenuhan bahwa sadar dari seorang seniman.

3. Keserasian
          Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.

Teori-teori Keserasian, yaitu :
A. Teori Obyektif Dan Teori Subyektif
         Salah satu persoalan pokok dari teori keindahanadalah mengenai sifat dasar dari keindahan. Apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah.
          Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetik adalah sifat yang memang te;ah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pengamatan orang hanyalah mengungkapkan sifat-sifat indah yang sudah ada pada sesuatu benda dan sama sekali tidak berpengaruh utuk menghubungkan , yang menjadi masalah ialah ciri khusus manakah yang membuat seusatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetik.
          Teori subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada pencerapan dari si oengamat itu. kalaupun sinyatakan bahwa sesuatu benda mempunyai nilai estetik, maka hal itu di artikan bahwa seseorang pengamat memperoleh suatu pengalaman estetik.
B. Teori Perimbangan
           Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas , yalkni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian). Hubungan dari baguan bagian yang diciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka-angka.

Selasa, 02 November 2010

Manusia Dan Cinta Kasih

1. Pengertian Dan Cinta Kasih
      Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.JS Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada . Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka ( sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
      Walau cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
       Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman dan kemesraan. Yang di maksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan  untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lai kecuali dengan dia.  Kalau janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh2 untuk dia. Unsur yang keduanya adalah ke intiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebaiknya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainnya. Unsur yang ketiga adalah kemesraam, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jaug atau lama tidak bertemu, adanya ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut yang menunjukan segitiga cinta .


      Cinta juga dapat diwarnai dengan lkemesraan yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterkaitannya yang kurang. Cinta seperti itu dinamakan cinta yang pincang, karena garis-garis unsur cintanya tidak membuat segitiga sama sisi, seperti nyata pada gambar berikut .





    3 tingkatan cinta :
1. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasullah dan berjihad dijalan Allah.
2. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan krabat .
3. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, lkerabat harta dan tempat tinggal

2. Cinta Menurut Ajaran Agama
       Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan  mudah tanopa dikaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Di satu pihak, cinta di dengungkan lewat l;agu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi dipihal lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyaataan atas dasar ini. agama memberikan ajaran cinta kepada manusia .
        Dalam kehidupan manusia, cinta merupakan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai oeang lain atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bnentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Quran .
Cinta Diri
        Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senag untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang sangan terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup (QS, Al-Adiyat 100:8)
Cinta Kepada sesama Manusia
       Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.Oleh karena itu, Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya senidir, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebahilnya dalam memberikan sebagai karunia yang diperoleh, setelah itu Allah langsunmg memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebih dalam cintanya kepada diri sendiridan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman.
Cinta seksual
       Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual, Sebab yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga :
      " Dan diantara tanda-tanda kekuasaanya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari sejenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. (QS, Ar-Rum, 30:21) "
Cinta kebapakan
        Dorongan ini nanmpak jelas dalam cinta bapak klepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia. Ini terlihat jelas dalam do'a Zakaria as, yang memohon kepada Allah semoga ia dikaruniai seoang anak yang akan mewarisnya dan mewarisi keluarga Ya'qub :
       " Ia berkata : "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku sedangkan istriku adalah seorang yang mandul maka anugrahilah aku dari sisi engkau seorang putera yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluargaku Ya'qub : dan jadikanlah ia, ya Tuhanku , seorang yang di ridhai : QS, Maryam, 19:4-6)"
Cinta kepada Allah
          Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-nya . Tidak hanya dalam, shalat, pujian dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya.
Cinta kepada Rasul
          Cinta kepada rasul\, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun bagai sifat luhur lainnya.

3. Kasih Sayang
       Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.JS. Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
       Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Oercintaan muda0mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka didalam berumah tangga  kelurga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihhi atau saling menumpahkan kasih sayang.
        Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. komunikasi antara anak dan orang tua. pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua.
       Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaiknya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
A. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
          Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-matteril sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja , mengiyakan, tanpa meberikan respoi.
B. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
          Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang tehadap orang tuanya, kasih sayang ini diberika secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak
C. Orang tua besifat pasif, si anak bersifat pasif
           Disini jelas bahwa masing-masing mebawa hidupnya,tingkah lakunya sendiri-sendiri tanpa saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangan dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing mebawa caranya sendiri.
D. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
           Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang degan sebanyak-banyaknya. sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai., saling menghargai, saling mebutuhkan.

4. Kemesraan
      Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab, Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudanh berumah tangga.
      Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filsuf Rusia, Salovejef dalam bukunya makna kasih mengatakan "jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar ke luar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain".
      Yose Ortage Y Gasset dalam novelnya "On Love" mangatakan "dikedalaman sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya".
                            EPISODE

                     Kami duduk berdua 
                     di bangku halaman rumah
                     pohon jambu dihalaman itu


                     berbuah dengan lebatnya
                     dan kami senang memandangnya
                     angin yang lewat
                     memainkan daun yang berguguran
                     tiba-tiba iya bertanya :
                     "mengapa sebuah kancing bajumu lepas terbuka?"
                     aku hanya tertawa
                     lalu ia sematkan dengan mesra
                     sebuah peniti menutup bajuku
                     sementara itu
                     aku bersihkan
                     guguran bunga jambu
                     yang mengotori rambutnya.
        Kemesraan cinta tidak saja terpatri dalam lubuk hati masing-masing tetapi juga memancarkan dari sinar mata keduanya yang bening dan belaian-belaian mesra jari-jemari mereka yang bergetar.
                             
5. Pemujaan
      Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan daalam bentuk komunikasi ritual. kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Apa sebab itu terjadi adal;ah karena Tuhan menciptakan alam semesta. Seoerti dalam surat Al-Fuqron ayat 59-60 yang menyatakan "Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudia dia bertahta di atas singgasana-Nya , Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepadanya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui". Selanjutnya ayat 60, "Bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada tuhan yang maha pengasih".

6. Belas Kasihan
      Dalam surat Yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu Bapak (orang tua) dan saudara, dan ketiga cinta Amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta eros dan amor ini ialah cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan, sedangkan  cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinanar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda yang kerdil.
 Cara-Cara menumpahkan belas kasihan
         Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasihan. yang perlu kita kasihani antara lain : yatim piatu, orang-orang jompo yang tidak mempunya ahli waris, pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja, orang sakit dirumah sakit, orang cacat, masyarakat kita  yang hidup menderita dan sebagainya. Orang-orang itu umumnya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menaruh belah kasihan.
          Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasu dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan makanan dan sebagainya.

7. Cinta Kasih Erotis
     Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orag yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan beser antara kedua jenis tersebut, kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepaa seseorang saja. Bila saya dikasihi saudara saya, semua anak saya, disamping itu bahkan saya kasihi semua anak-anak yang membutuhkan saya. Berlawanan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.