Selasa, 02 November 2010

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dan Kesusastraan

1. Pendekatan Kesusastraan
      IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa Latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the Humanus orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dngan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
      Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disamping tangggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan.Pada umumnya the humanities mencangkup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rangkyat, dan sebagainya.
      Hampir setia jaman, seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Dibanding dengan cabang the humanities yang lain, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikannya normatif.
      Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel, bail isinya maupun cara penyampaiannya. Hampir setiap jaman, sastra mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudia melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa.
     Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi, cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak.
     Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif. Cabang-cabang seni yang lainnya juga dapat menarik tanpa cerita, akan tetapi sulit bagi penciptanya mengemukakan gagasan. Dalam musik misalnya, kata-kata tertelan oleh melodinya. Karena seni memegang peran penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampaian nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaannnya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamatan orang lain.

2. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
      Istilah prosa banyak pandangannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, proses fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa undonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeraan, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek.
       Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
A. Prosa lama meliputi
     1. dongeng-dongeng
     2. hikayat
     3. sejarah
     4. epos
     5. cerita pelipur lara
B. Prosa baru meliputi
     1. cerita pendek
     2. roman/novel
     3. biografi
     4. kisah
     5. otobiografi

3. Nilai-Nilai Dalam Prosa Fiksi
      Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawa moral, pesanan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyain nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca sastra antara lain :
A. Prosa Fiksi memberikan kesenangan
      Keistimewaan kesenangan yang di peroleh dari membanca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengelaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan, pembaca dapat mengembangkan imajinasinyauntuk mengenal daerah atau tempat yanng asing.
B. Prosa fiksi memberikan informasi
       Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat didalam ensiklopedi. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih dari pada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang.
C. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
      Prosa dapat menstimuli imaginasi dan merupakan saranan bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
D. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
       Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkang lebih banyak kesempatan untuk memilih respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda dari pada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

4. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi
     Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/ unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan tuhan melalui media bahasa yang aqrtistik/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
      Kepuyitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyaoir dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
A. Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
B. Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
C. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
D. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
E. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
       Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
     Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut "pengalaman perwakilan" ini berarti bahwa manusia senang tiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas. Dengan pengalaman perwakilan itu sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadaran (insight-wawasan) yang penting unntuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan tentang masyarakat.
2. Puisi dan keindyafan/ kesadaran individual.
     Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karna melalui puisinya sang penyair menunjukan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.
3. Puisi dan keinsyafan sosial
     Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia tentanng pengetahuan manusia mahluk sosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Scara imaginatif puisi manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial.
Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :
      - penderitaan atas ketidak adilan
      - perjuangan untuk kekuasaan
      - konflik dengan sesamanya
      - pemberontakan terhadap hukuman Tuhan
     Puisi-puisi umumnya sarat akan nilai-nilai erika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih (yang terpaut didalamnya kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan).
      "Padamu jua" misalnya mengungkapkan pandangan hidup ketuhanan dan ratapan hari Amir Hamzah yang hancur luluh karena tali cintanya yang telah begitu mesra dengan seoprang gadis jawa doirenggut dan diputuskan oleh ayahnya, yang akan menjodohkan putera dengan gadis pilihan ayahnya yang masih terbilang kemenakannya sendiri.
                         PADAMU JUA

                     Habis kikis
                     segala cintaku hilang terbang
                     pulang kembali akan padamu
                     seperti dulu

                     kaulah kandil kemerlap
                     pelita jendela dimalam gelap
                     melambai pulang perlahan
                     sabar,setia selalu


                     satu kasihku
                     aku manusia
                     rindu rasa
                     rindu rupa
                     dimana engkau
                     rupa tiada
                     suara sayup
                     hanya kata merangkai hati


                     engkau cemburu
                     engkau ganas
                     mangsa aku dalam cakarmu
                     bertukar tangkap dengan lepas
                     nanar aku, gila sasar
                     sayang berulang padamu jua
                     engkau pelik menarik angin
                     serupa dara dibalik tirai


                     kasihmu sunyi
                     menunggu seorang diri
                     lalu waktu bukan giliranku
                     matahari bukan kawanku
               Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusian yang lain seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, keputusasaan, dll)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar