Senin, 29 November 2010

Manusia Dan Harapan

Manusia dan Harapan Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia sehingga bisa menjadi miliknya. Dalam hal ini, seorang manusia dan harapannya agar dapat dicapai, memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada Tuhan. Kepercayaan kepada diri sendiri dapat ditimbulkan dengan mulai memiliki konsepsi diri yang positif baik itu melalui fisik, cara berpikir dan jiwa yang akan membantu dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain ataupun bersosialisasi dengan orang lain sehingga terjalin secara positf dan berkesan dengan baik sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud. Adapun kepercayaan kepada orang lain bisa ditimbulkan dengan merasa pantang untuk melakukan kebodohan dan kecurangan ataupun perilaku korupsi sehingga orang lain merasa percaya dalam membebankan apa yang diamanatkannya dan itu merupakan sesuatu yang kita harapkan. Hal tersebut bisa disebut dengan relationship. Kepercayaan terhadap Tuhan dapat diwujudkan dengan menjalankan segala perintah yang disuruh-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya serta beribadah dan beramal sesuai dengan agama yang diyakini. Dalam hal ini pengertian ibadah secara luas dimana kesemua kegiatan berorientasi  kepada tuhan.

Manusia Dan Pandangan Hidup

A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
          Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu is menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa anti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

B. CITA-CITA
          Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.
Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor.
- Faktor manusia
- Faktor kondisi
- Faktor tingginya cita-cita

C. KEBAJIKAN
         Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan nonna-norrna agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment).
Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.

D. USAHA / PERJUANGAN
          Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia hams kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempuma. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia hams kerja keras. Apabila seseorang bercita-cita menjadi ilmuwan, ia hams rajin belajar dan tekun serta memenuh semua ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya.
Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian/ketrampilan.

E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
         Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.
(a) Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan.
(b) Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir.
(c) Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib Minya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.

F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAI1K.
        Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
(1) Mengenal
(2) Mengerti
(3) Menghayati
(4) Meyakini
(5) Mengabdi

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggung jawabannya. Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung-jawabannya.
Bila si mahasiswa malas belajar, dan ia sadar akan hal itu. Tetapi ia tetap tidak mau belajar dengan alasan capek, segan dan lain-lain. Padahal ia menghadapi ujian.Ini berarti bahwa si mahasiswa tidak memenuhi kewajibannya, berarti pula ia tidak bertanggung jawab.
Berikut ini diberikan penggambaran bagaimana suatu tanggung jawab diberikan oleh dua orang yang kualitas tanggung jawabnya berbeda.


Susilo ialah seorang pegawai yang tekun dalam melaksanakan tugasnya. Ia datang sebelum waktu kerja dimulai. Tanpa banyak bicara dikerjakan tugasnya. Setelah selesai tugas yang dikerjakan, ia memberikan hasil pekerjaannya kepada atasannya sebagai pertanggungjawabannya. Ia pun tidak banyak hilir mudik dikantomya untuk persoalan kepentingannya sendiri, seperti buang air, mencari inakanan atau minuman. Ia pun pulang pada waktu jam kantomya usai.Bila ada pertanyaan dari atasannya tentang pekerjaan yang dilakukan, ia pun memberikan jawaban secara baik dan pasti. Ia dapat memberikan pertanggungjawaban atas tugas-tugas yang diberikan kepadanya, sehingga konduitenya baik, naik pangkat pada waktunya, dan memperoleh penghargaan khusus waktu tertentu.
Berbeda dengan Hudiyanto yang datangnya terlambat dan pulangnya sering lebih cepat. Sementara waktu kerja ada saja kepentingan pribadinya yang lebih dulu dikerjakan daripada kepentingan kantor, sehingga pekerjaan yang diserahkan kepadanya sering tidak selesai pada waktunya,itu pun masih banyak kekurangan atau kesalahan yang terdapat didalamnya. Bila ia ditanya oleh atasannya, selalu ada saja yang dijawabnya. Yang rumahnya jauh, istri atau anaknya sakit, ada urusan keluarga, ada famili yang meninggal. Karena itu kenaikan pangkat dan gajinya sering ditunda, dan ada gejala ia akan dipindahkan ke tempat lain yang sifatnya hukuman. Hudiyanto bukan orang yang bisa dan mau bertanggung jawab, melainkan ia hanya bisa tanggung menj awab saja.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup berrnasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dan sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang hams memulihkan ke dalam keadaan baik. Dan sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang hams dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari pebuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban atau

beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri, atau pihak lain. Dengan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

A. PENGERTIAN KEGELISAHAN
     Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berati tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dan kecemasan. Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan(obyektuf), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.

B. SEBAB-SEBAB ORANG GEISAH
    Apabila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya.

C. USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang.

D. KETERASINGAN
     Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilaku yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat. Perilaku yang tidak dapat dibenarkan itu selalu menimbulkan keonaran dalam masyarakat, sifatnya bertentangan dengan atau mnyentuh nilai-nilai kemanusiaan. Keterasingan dalam hal ini sifatnya dapat dipaksakan oleh anggota masyarakat, ataupun oleh intitusi yang diciptakan oleh masyarakat kepada si pelaku. Keterasingan yang dipaksakan oleh manusia lain dalam masyarakat misalnya, tidak simpati, tidak mau berurusan, tidak mau mendekati, tidak mempedulikan, memboikot, bahkan mengisolasi di pelaku. Orang yang bersikap angkuh, sombong, besar kepala, tidak menghormati orang lain selalu akan tersisih dari pergaulan masyarakat, karena perilaku semacam ini tidak disenangi dan dibenci masyarakat. dalam karya sastra Abdul Muis yan berjudul "Salah Asuhan", Hanafi yang berpendidikan barat adalah tipe orang yang sombong, angkuh, tak menghormati orang lain. kekurangan yang ada pada diri seseorang dapat juga membuat keterasingan. Kesalahan yang dibuat seseorang juga dapat membuat orang itu dalam keterasingan, dan karena itu ia merasa gelisah.

E. KESEPIAN
    Kesepian berasal dari kata sepi yang berati sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berati merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Bila kita perhatikan sepintas lalu keterasingan dan kesepian itu serupa tetapi tidak sama Jadi kesepian itu akibat dari keterasingan dan kesepian itu serupa tetapi tidak sama, namun ada hubunganya. Orang yang frustasi itu bersikap rendah diri, sengaja menjauhi pergaulan ramai, kebalikan dengan orang yang bersikap sombong.

F. KETIDAKPASTIAN
    Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian tentang lulus atau tidak dalam ujian sarjana yang sudah lama ditunggu-tunggu membuat orang gelisah, lulus atau tidak lulus ujian sarjana akan menentukan status atau karir hidupnya.

G. SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAKPASTIAN
    Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah.

1. Obsesi obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang teruss menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita.

2. Phobia Ialah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.

3. Kompulasi Ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.

4. Histeria Ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.

5. Delusi Menunjukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.

6. Halusinasi Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera.

7. Keadaan Emosi Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya.

H. USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
     Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Orang yang bersikap sombong atau angkuh bila mengalami musibah, bar berkurang kesombongannya, tetapi mungkin tidak.

Rabu, 03 November 2010

Manusia Dan Penderitaan

1 Pengertian Penderitaan
     Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
     Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat, tidaknya intensitas penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderoitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagian
     Penderitaan akan di alami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan " resiko " hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan darinya.

2. Siksaan
       Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan

       Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan :
Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan diambil.
Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri ataupun jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai kesepian tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan yang otinggalnya di tempat yang sepi.
Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dan lain sebagainya.
Banyak sebab yang menjadikan sesseorang merasa ketakutan, antara lain :
A. Claustrophobia dan Agoraphobia
     Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada ditempat terbuka.
B. Gamang
     merupakan ketakutan bila seseorang di tempat yang tinggi. Hal itu disebabkan karena ia takut akibat dia berada ditempat yang tinggi.
C. Kegelapan
     merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap.
D. Kesakitan
     merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
E. Kegagalan
     merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.

3. Kekalutan Mental
        Penderiitaan batun dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang ajar.

     Gejala-gejala permulaan bagi sseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
A. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada lambung.
B. Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
     Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan adalah :
A. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya.
B. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
C. Kekalutan merupakan titit patah adn yang bersangkutan mengalami gangguan.
     Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental,antara lain :
A. Kepribadian yang lemah
B. Terjadinya konflik sosial budaya
C. Cara pematangan batin
     Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang yang mendorongnya ke arah
A Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hisu, misalnya melakukan sholat tahajur waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jala keluar untuk mengatasi kesulitan.
B. Negatif : trauma yang dialami diperlarutkan atau di perturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang di inginkan.

Bentuk frustasi antara lain :
1. agresi berupa kemarahan yang meluap-luap
2. regresi adalah kembali pada pola reaksi yg premitif
3. fiksasi adalah perletakan atau pembahasan pada suatu pola yg sama
4. proyeksi memproyeksi kelemahan dan sikap-sikap sendiri yg negatif pada orang lain
5. identifikasimenyamakan diri dengan seseorang yg sukses dalam imaginasinya
6. narsisme adalah self love yang berlebihan
7. autisme adalah gejala menutup diri secara total dario dunia riil

4. Pederitaan Dan Perjuangan 
     setiap manusia pasti mengalami penderitaan,baik berat ataupun ringan . Penderitaan adalah bagian kehidupan menusia yang bersifat kodrati. karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin bahkan menghindari atau menghilanglkan sama sekli. Manusia adalah mahluk berbudaya dengan budayanya uitu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau di alaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif.

5. Penderitaan, Media Masa Dan Seniman 
        Media masa merupakan alat yang paling tepat untung mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara tepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentinggnya komunikasi yang di lakukan pera seniman melaluio katya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat emnghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

6. Penderitaan Dan Sebab-sebabnya
      Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
      Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
B. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
      Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan/azab tuhan. namun kesabaran dan tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

7. Pengaruh Penderitaan

       Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan larena tidak  bahagia , sikap kecawa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam pribahasa "sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna", " nasi sudah menjadi bubur" . Kelanjutan dari sikap ini dapat timbul dikap anti, misalnya anti kawin, atau tidalk mau kawin.

Manusia Dan Keindahan

1. Keindahan
      Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus,, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia.
     Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik y7ang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenarannya nberarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah, karena dasarnya tidak benar.
     Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, seleramode, kedaerahan atau lokal. Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampur adukkan saja. disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :
    A. keindahan dalam ati yang luas
    B. keindahan dalam arti estetis murni
    C. keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Pengertian keindahan yang seluas - luasnya meliputi :
- Keindahan seni
- Keindahan alam
- Keindahan moral
- Keindahan intelektual
   * Nilai Estetik
              Dalam ranglka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercangkup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. 
              Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana unyuk suatu hal lainnya, yakni nilai yang berasifat sebagai alat atau membantu. Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuanm, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
* Kontemplasi Dan Ekstansi
              Keindahan dapat dinikmati menurut sekera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalahdasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka kaan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat, mendengar.

2. Renungan
        Renungan berasal dari kata renung , yang artinya diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk memciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : Teori pengungkapan , teori metafisik, dan teori psikologis.
  A. Teori Pengungkapan
        Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an exprenssion of human feeling" (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Seorang tokoh lain dari teori pengungkapan adalah Leo Tolostoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang sseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkannya itu kemudian dengan perantaranya pelbagian gerak,garis, warna,suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata.
  B. Teori Metafisik
       Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagai membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.Mengenai sumber seni platomengemukakan suatu teori peniruan. Ini sesuai dengan merafisika plato yang mengendalikan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi.
  C. Teori Psikologis
       Teori-teori metafisis dari paraf yang bergerak di atas taraf manusiawi dengan konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Senbagian ahli estetik dalam abad modern menelah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pmenuhan bahwa sadar dari seorang seniman.

3. Keserasian
          Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.

Teori-teori Keserasian, yaitu :
A. Teori Obyektif Dan Teori Subyektif
         Salah satu persoalan pokok dari teori keindahanadalah mengenai sifat dasar dari keindahan. Apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah.
          Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetik adalah sifat yang memang te;ah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pengamatan orang hanyalah mengungkapkan sifat-sifat indah yang sudah ada pada sesuatu benda dan sama sekali tidak berpengaruh utuk menghubungkan , yang menjadi masalah ialah ciri khusus manakah yang membuat seusatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetik.
          Teori subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada pencerapan dari si oengamat itu. kalaupun sinyatakan bahwa sesuatu benda mempunyai nilai estetik, maka hal itu di artikan bahwa seseorang pengamat memperoleh suatu pengalaman estetik.
B. Teori Perimbangan
           Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas , yalkni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian). Hubungan dari baguan bagian yang diciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka-angka.

Selasa, 02 November 2010

Manusia Dan Cinta Kasih

1. Pengertian Dan Cinta Kasih
      Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.JS Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada . Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka ( sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
      Walau cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
       Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman dan kemesraan. Yang di maksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan  untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lai kecuali dengan dia.  Kalau janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh2 untuk dia. Unsur yang keduanya adalah ke intiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebaiknya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainnya. Unsur yang ketiga adalah kemesraam, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jaug atau lama tidak bertemu, adanya ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut yang menunjukan segitiga cinta .


      Cinta juga dapat diwarnai dengan lkemesraan yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterkaitannya yang kurang. Cinta seperti itu dinamakan cinta yang pincang, karena garis-garis unsur cintanya tidak membuat segitiga sama sisi, seperti nyata pada gambar berikut .





    3 tingkatan cinta :
1. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasullah dan berjihad dijalan Allah.
2. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan krabat .
3. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, lkerabat harta dan tempat tinggal

2. Cinta Menurut Ajaran Agama
       Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan  mudah tanopa dikaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Di satu pihak, cinta di dengungkan lewat l;agu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi dipihal lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyaataan atas dasar ini. agama memberikan ajaran cinta kepada manusia .
        Dalam kehidupan manusia, cinta merupakan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai oeang lain atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bnentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Quran .
Cinta Diri
        Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senag untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang sangan terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup (QS, Al-Adiyat 100:8)
Cinta Kepada sesama Manusia
       Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.Oleh karena itu, Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya senidir, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebahilnya dalam memberikan sebagai karunia yang diperoleh, setelah itu Allah langsunmg memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebih dalam cintanya kepada diri sendiridan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman.
Cinta seksual
       Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual, Sebab yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga :
      " Dan diantara tanda-tanda kekuasaanya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari sejenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. (QS, Ar-Rum, 30:21) "
Cinta kebapakan
        Dorongan ini nanmpak jelas dalam cinta bapak klepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia. Ini terlihat jelas dalam do'a Zakaria as, yang memohon kepada Allah semoga ia dikaruniai seoang anak yang akan mewarisnya dan mewarisi keluarga Ya'qub :
       " Ia berkata : "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku sedangkan istriku adalah seorang yang mandul maka anugrahilah aku dari sisi engkau seorang putera yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluargaku Ya'qub : dan jadikanlah ia, ya Tuhanku , seorang yang di ridhai : QS, Maryam, 19:4-6)"
Cinta kepada Allah
          Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-nya . Tidak hanya dalam, shalat, pujian dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya.
Cinta kepada Rasul
          Cinta kepada rasul\, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun bagai sifat luhur lainnya.

3. Kasih Sayang
       Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.JS. Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
       Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Oercintaan muda0mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka didalam berumah tangga  kelurga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihhi atau saling menumpahkan kasih sayang.
        Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. komunikasi antara anak dan orang tua. pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua.
       Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaiknya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
A. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
          Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-matteril sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja , mengiyakan, tanpa meberikan respoi.
B. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
          Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang tehadap orang tuanya, kasih sayang ini diberika secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak
C. Orang tua besifat pasif, si anak bersifat pasif
           Disini jelas bahwa masing-masing mebawa hidupnya,tingkah lakunya sendiri-sendiri tanpa saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangan dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing mebawa caranya sendiri.
D. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
           Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang degan sebanyak-banyaknya. sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai., saling menghargai, saling mebutuhkan.

4. Kemesraan
      Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab, Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudanh berumah tangga.
      Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filsuf Rusia, Salovejef dalam bukunya makna kasih mengatakan "jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar ke luar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain".
      Yose Ortage Y Gasset dalam novelnya "On Love" mangatakan "dikedalaman sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya".
                            EPISODE

                     Kami duduk berdua 
                     di bangku halaman rumah
                     pohon jambu dihalaman itu


                     berbuah dengan lebatnya
                     dan kami senang memandangnya
                     angin yang lewat
                     memainkan daun yang berguguran
                     tiba-tiba iya bertanya :
                     "mengapa sebuah kancing bajumu lepas terbuka?"
                     aku hanya tertawa
                     lalu ia sematkan dengan mesra
                     sebuah peniti menutup bajuku
                     sementara itu
                     aku bersihkan
                     guguran bunga jambu
                     yang mengotori rambutnya.
        Kemesraan cinta tidak saja terpatri dalam lubuk hati masing-masing tetapi juga memancarkan dari sinar mata keduanya yang bening dan belaian-belaian mesra jari-jemari mereka yang bergetar.
                             
5. Pemujaan
      Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan daalam bentuk komunikasi ritual. kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Apa sebab itu terjadi adal;ah karena Tuhan menciptakan alam semesta. Seoerti dalam surat Al-Fuqron ayat 59-60 yang menyatakan "Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudia dia bertahta di atas singgasana-Nya , Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepadanya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui". Selanjutnya ayat 60, "Bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada tuhan yang maha pengasih".

6. Belas Kasihan
      Dalam surat Yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu Bapak (orang tua) dan saudara, dan ketiga cinta Amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta eros dan amor ini ialah cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan, sedangkan  cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinanar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda yang kerdil.
 Cara-Cara menumpahkan belas kasihan
         Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasihan. yang perlu kita kasihani antara lain : yatim piatu, orang-orang jompo yang tidak mempunya ahli waris, pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja, orang sakit dirumah sakit, orang cacat, masyarakat kita  yang hidup menderita dan sebagainya. Orang-orang itu umumnya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menaruh belah kasihan.
          Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasu dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan makanan dan sebagainya.

7. Cinta Kasih Erotis
     Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orag yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan beser antara kedua jenis tersebut, kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepaa seseorang saja. Bila saya dikasihi saudara saya, semua anak saya, disamping itu bahkan saya kasihi semua anak-anak yang membutuhkan saya. Berlawanan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dan Kesusastraan

1. Pendekatan Kesusastraan
      IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa Latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the Humanus orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dngan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
      Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disamping tangggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan.Pada umumnya the humanities mencangkup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rangkyat, dan sebagainya.
      Hampir setia jaman, seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Dibanding dengan cabang the humanities yang lain, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikannya normatif.
      Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel, bail isinya maupun cara penyampaiannya. Hampir setiap jaman, sastra mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudia melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa.
     Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi, cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak.
     Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif. Cabang-cabang seni yang lainnya juga dapat menarik tanpa cerita, akan tetapi sulit bagi penciptanya mengemukakan gagasan. Dalam musik misalnya, kata-kata tertelan oleh melodinya. Karena seni memegang peran penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampaian nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaannnya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamatan orang lain.

2. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
      Istilah prosa banyak pandangannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, proses fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa undonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeraan, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek.
       Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
A. Prosa lama meliputi
     1. dongeng-dongeng
     2. hikayat
     3. sejarah
     4. epos
     5. cerita pelipur lara
B. Prosa baru meliputi
     1. cerita pendek
     2. roman/novel
     3. biografi
     4. kisah
     5. otobiografi

3. Nilai-Nilai Dalam Prosa Fiksi
      Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawa moral, pesanan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyain nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca sastra antara lain :
A. Prosa Fiksi memberikan kesenangan
      Keistimewaan kesenangan yang di peroleh dari membanca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengelaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan, pembaca dapat mengembangkan imajinasinyauntuk mengenal daerah atau tempat yanng asing.
B. Prosa fiksi memberikan informasi
       Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat didalam ensiklopedi. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih dari pada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang.
C. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
      Prosa dapat menstimuli imaginasi dan merupakan saranan bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
D. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
       Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkang lebih banyak kesempatan untuk memilih respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda dari pada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

4. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi
     Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/ unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan tuhan melalui media bahasa yang aqrtistik/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
      Kepuyitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyaoir dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
A. Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
B. Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
C. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
D. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
E. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
       Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
     Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut "pengalaman perwakilan" ini berarti bahwa manusia senang tiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas. Dengan pengalaman perwakilan itu sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadaran (insight-wawasan) yang penting unntuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan tentang masyarakat.
2. Puisi dan keindyafan/ kesadaran individual.
     Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karna melalui puisinya sang penyair menunjukan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.
3. Puisi dan keinsyafan sosial
     Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia tentanng pengetahuan manusia mahluk sosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Scara imaginatif puisi manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial.
Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :
      - penderitaan atas ketidak adilan
      - perjuangan untuk kekuasaan
      - konflik dengan sesamanya
      - pemberontakan terhadap hukuman Tuhan
     Puisi-puisi umumnya sarat akan nilai-nilai erika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih (yang terpaut didalamnya kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan).
      "Padamu jua" misalnya mengungkapkan pandangan hidup ketuhanan dan ratapan hari Amir Hamzah yang hancur luluh karena tali cintanya yang telah begitu mesra dengan seoprang gadis jawa doirenggut dan diputuskan oleh ayahnya, yang akan menjodohkan putera dengan gadis pilihan ayahnya yang masih terbilang kemenakannya sendiri.
                         PADAMU JUA

                     Habis kikis
                     segala cintaku hilang terbang
                     pulang kembali akan padamu
                     seperti dulu

                     kaulah kandil kemerlap
                     pelita jendela dimalam gelap
                     melambai pulang perlahan
                     sabar,setia selalu


                     satu kasihku
                     aku manusia
                     rindu rasa
                     rindu rupa
                     dimana engkau
                     rupa tiada
                     suara sayup
                     hanya kata merangkai hati


                     engkau cemburu
                     engkau ganas
                     mangsa aku dalam cakarmu
                     bertukar tangkap dengan lepas
                     nanar aku, gila sasar
                     sayang berulang padamu jua
                     engkau pelik menarik angin
                     serupa dara dibalik tirai


                     kasihmu sunyi
                     menunggu seorang diri
                     lalu waktu bukan giliranku
                     matahari bukan kawanku
               Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusian yang lain seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, keputusasaan, dll)

Manusia Dan Kebudayaan

Manusi dan kebudayaan merupakan dua hal yang sanga erat terkait satu sama lainnya .

1. Manusia
      Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebangai kumpulan partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ).  Manusia kumpulan dari energi ( ilmu fisika ), manusi merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhgitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan ( politik ), mahluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus ( filsafat ), dan lain sebagaiunya.
      Dari definisi-definisi tersebut diatas kita dapat melihat bahwa manusia selain dapat dipandang dari banyak segi, juga mempunyai banyak kepentingan. Tetapi siapakah manusia itu sebenarnya? oleh karena itu kita akan menerangkan siapa manusia itu dari unsur - unsur yang membangun manusia.
      Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia :
1)   Manusia itu terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu 
      a.   Jasad    :  badan kasar manusia yangb nampak pada luarnya, dapat diraba
                            dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
      b.  Hayat    :  mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
      c.  Ruh       :  bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual
                           dan memahami kebenaran, suatu kemampuan menciptakan yang
                           bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirny kebudayaan..
      d.  Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
2)   Manusia sebagai satu kepribadia mengandung tiga unsur, yaitu :
      a.  Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id m,erupakan Ibido murni, atau energi psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasionalnya dan terkait dengan sex, yang scara ingstingtual menetukan proses-proses ketidaksadaran ( unconcious). Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar. Terkukunga dari realitas dan pengaruh sosial, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan ingstitual ibidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayal. prosea pemenuhan keputusan yang disebut terakhir yang dilakukan secara tidak langsung disebut sebagai proses primer.
      b.  Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, sering kali disebut sebagai kepribadian  "eksekutif" karena peranannya dalam menghubungkan energi Id kedalam saluran sosial yang dapat di mengerti oleh orang lain. Perkembangan Ego terjadi antara usia satu dan dua tahun, pada saat anak secara nyata berhubungan dengan lingkungannya. Ego diatur oleh proinsip realitas, Ego sadar akan tuntutan lingkungan luar, dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan istingtual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima. Pencapaian obyek-obyek khu8sus untuk mengurangin energi libidinal dengan cara yang dalam lingkungan sosial dapat diterima disebut sebagai proses sekunder.
     c.   Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Di bandingkan dengan Id dan ego yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan kesatuan standar-standar moral yang di terima oleh ego dari sejumplah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan aimilasi dari pandangan-pandangan orang tua. Baik aspek negatif maupun positif dari standar moral tingkah laku ini diwakili dari tingkah laku yang tepat bai individu untuk dilakukan. Kesadaran membentuk aspek negatif dari superego, dan menentukan hal-hal mana yang termasuk dalalam katagori tabu, yang mengatur bahwa penyimpangan dari aturan tersebut akan menyebabkan dikenakannya sangsi. Superego dan Id berada dalam kondisi konflik langsung, dan ego menjadi penengah atau mediator.

      Dri uraian di atas dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsur-unsur manusia. Seringkali, misalnya orang yang sennag terhadap penyimpangan terhadap nilai-nilai masyarakat dapat diidentifikasi bahwa orang tersebut lebih di kendalikan oleh Id dibanding super-egonya, atau seringkali ada kelainan yang terjadi pada manusia, misalnya orang yang berparas buruk dan bertubuh pendek berani tampil ke muka umum, dapat di terangkan dengan mengacu pada unsur nafs )kesadaran diri)
 yanng dimiliki oleh manusia. Kesemua unsur tersebutdapat digunakan sebagai alat analisa bagi tingkah laku manusia.

2. Hakekat Manusia
     a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sabagai suaru kesatuan yang utuh.
         Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh. tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. JIka manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancura. Jiwa adalah roh yang ada didalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
     b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika doibandingkan dengan mahluk lainnya.
          Kesempurnaanya terletak pasa abad dan budayanya, kerena manusia dilengkapi oleh penci[tanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusoi mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atau sebaliknya. Selanjutnya dengan adanya perasaan, manusi mampu menciptakan kesenian. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui npancaindra. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya trerdapat pada manusia , miasalnya
        1) Perasaan intelektual : perasaan yg berkenaan dengan pengetahuan.
        2) Perasaan estetis : perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
        3) Perasaan etis : perasaan yang berkenaan dengan kebaikan
        4) Perasaan diri : perasaan yang berkenaan denga harga diri.
        5) Perasaan sosial : perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp.
        6) Perasaan religius : perasaan yang berkenaan dengan agama
     c. Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi.
         Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dan sebagainya. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi : kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.

    d. Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
           Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran "eksistensialisme" memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungan (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tundung pada hukum lamiah pula.

3. Kepribadian Bangsa Timur
      Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik. Karya tulisannya berjudul Psychological Homeostatis Cina Klasik.
       Ilmu psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat Barat, dimana konsep individu itu mengambil tempat yang amat penting, biasanya menganalisis jiwa manusia dengan terlampau banyak menekan kepada pembatas konsep individui sebagai kesatuan analisis tersenidri.
       Sampai sekarang, ilmu psikologi di negara-negara Barat itu terutama mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori mengenai aneka warna isi jiwa. serat metode-metode dan alat-alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail variasi isi jiwa individu itu. Sebaliknya, ilmu itu masih kurang mengembangkan konsep-konsep yang dapat menganalisis jaringan berkait antara jiwa inidvidu dan lingkungan sosial budaya..
       Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia itu, hanya sebagau subyek yang terkandung dalam batas inidividu yang terisolasi, maka Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai mahluk sosial budaya itu mengandung delapan daerahyang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris diri pribadi.

       Nomor 7 dan nomer 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar. kedua lingkaran itu berada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang telah terdesak ke dalam, sehingga tidak disadari lagi oleh individu yang bersangkutan. Bahan pemikiran dan gagasan tadi sering tidak utuh lagi, beberapa bagian suadh hilang terlupakan, dan unsur-unsur inarat isi impian sudah tidak lagi tersusun menurut logika yang biasa dianut manusia dalam hidupnya sehari-hari. Daerah pedalaman dan jiwa manusia sudah banbyak diteliti dan dianalisis oleh para ahli psikoanalisis seperti sigmund freud dan pengikut-pengikutnya.
       Nomor 5 bdisebut kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed concious). Lingkaran itu terdiri dari pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang disadari oleh si individu yang bersangkutan, tetapi disimpannya saja dalam alam jiwanya sendiri dan tak dinyatakan kepada siapapun juga dalam lingkungannya. hal ini disebapkan ada kemungkinan, bahwa :
a) ia takut salah dan takut dimarahi orang apabila ia menyatakan, atau karena ia punya maksud jahat.
b) ia sungguh menyatakannya, atau karena belum yakin bahwa ia akan mendapatkan respons dan pengertian yang baik dari sesamanya atau takut bahwa walaupun diberi respons.
c) ia malu karena takut ditawarkan atau karena ada perasaan yang mendalam.
d) ia tidak bisa menemuka kata-kata atau perumusan yang cocok untuk menyatakan gagasan yang bersangkutan tadi kepada sesamanya.
        Nomer 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed conscious). Lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, dan perasaan-[erasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya, yang dengan mudah diterima dan dijawab oleh sesamanya.. Simpati, kemarahan, kebencian, rasa puas, rasa senang, kegembiraan, rasa terimakasih, konsep-konsep tentang tata cara hidup sehari-hari, pengetahuan yang dipahami juga oleh umum, adat istiadat sehari-hari.
        Nomer 3 disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang-binatang, atau benda-benda yang oleh si individu di ajak bergaul secara mesra dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan te,pat mencurahkan isi harti apabila ia sedang terkena tekanan batin. Orang tua, saudara kandung, kerabat dekat, biasanya merupakan penghuni penting dari daerah bnomer 3 dalam pikiran manusia ini.Ideologi-ideologi yang dapat menjadi sasaran rasa kebaktian penuh dari jiwanya, seperti Tuhan nagi kita, ruh nenek moyang, ideologi komunis bagi orang komunis sebagainya
       Nomer 2 disebut lingkungan hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra, melainkan di tentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda-benda itu bagi dirinya. Bagi seorang murid, guru berada didaerah lingkungan 2 dari alam pikirannya . Bagi seorang pedagang, para pembelinya ada disitu. bagi seorang tukang cukur, langganannyalah berada disitu dan sebagainya. Kecuali manusia, juga banyak benda dan alat kehidupan sehari-hari yang dipergunakan manusia secara otomatis, tanpa banyak mengeluarkan perasaan, percakapan, atau tenaga.
      Nomer 1 disebut lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa tentang manusia, benda-benda, alat-alat, pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Bagi petani petani Jawa di desa-desa di Jawa tengah, pandangan mereka tentang kota Jakarta mungkin terletang dalam lingkari ini, bagi sorang mandor di Jawa Timur, pandangannya tentang komputer IBM 11.30 dari Departemen PULT di Jakarta terletak dalam daerah lingkaran ini.
       Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan yang hampir sama dengan pikiran yang terletak dalam lingkungan nomer 1, hanya bedanya terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak di luar masyarakat dan negara Indonesia, dan di tanggapi oleh individu dengan sikap masa bodoh.
       Konsep yang dapat dipakai sebagai landasan untuk mengembangkan konsep lain itu, menurut Francis L.K.Hsu adalah konsep Jen dalam kebudayaan cina, yaitu manusia yang berjiwa selaras, manusia yang berkpribadian.
       Usul Francis L.K.Hsu, agar para ahli psikologi tidak hanya memakai konsep barat mengenai kepribadian itu, tetapi juga memperhatikan unsur hubungan mesra dan bakti itu. Daerah lingkaran nomer 4 dan 3 yang dibedakan dari yang lain dengan garis arser yang sedikit memasuki daerah lingkaran nomer 5 dan no 2 juga menggambarkan konsep jen atau alam jiwa dari "manusia yang berjiwa selaras" itu.Kedua lingkungan itu adalah daerah-daerah dalam individu yang ada dalam suatu keadaan psikologi yang oleh Hsu disebut Psychologicay homeostatis.

      Berikut ini dipaparkan bagan mengenai psiko-sosiagram manusia sebagaimana di uraikan di atas menurut Prof.Dr. Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul kebudayaan, mentalitas, dan pembangunan.
7. Taksadar
6. Subsadar
5. Kesadaran yang tak dinyatakan
4. Kesadaran yang dinyatakan
3. Lingkungan hubungan karib
2. Lingkungan hubungan berguna
1. Lingkungan hubungan jauh
0. Dunia luar


4. Pengertian Kebudayaan 



             Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari budhayah yang berati budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari colere, yang berati mengolah tanah. jadi kebudayaan secara umum dapat di artikan sevagai "segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia unutuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungan". Budaya dapat pula diartikan debagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu.
             Seorang antropolog yaitu E.B.Tylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :
             Kebudayaan adalah kompleks yang mencangkup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan perkataan lain kebudayaan mencangkup kesemuanya yang di dapatkan atau di pelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
              Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia unutuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabadikan untuk masyarakat.
             Sutan Takdir Aliansyahbana mengatakan, bahwa kebudayaan adalah manifentasi daricara berpikir, hal ini amat luas apa yang disebut kbudayaan. sebab semua laku dan perbuatan tercangkup didalamnya, dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir, perasaan juga masud pikiran.
             Koentjaraningrat mengatakan, bahwa kebudayaan antara lain berati keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil bydi pekertinya.
             C.AVan Peursen mengatakan, bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
             Kroeber dan Klukhon mendefinisikan kebudayaan, kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang di peroleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaian secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya terwujudnya benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cinta0cita atau paham dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.

5. Unsur-Unsur Kebudayaan
           Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun unsur-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. Misalnya dalam kebudayaan Indonesia dapat dijumpai unsur besar seperti umpamanya Majelis Permusyawaratan Rakyat disamping unsur-unsur kecil seperti sisir, kancing, baju,peniti dll yang dijual dipinggir jalan.
           Beberapa orang sarjana, telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan, misalnya Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan. Dikatakan bahwa hanya ada 4 unsur dalam kebudayaan, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan.
            C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universitas Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1) Sistem Religi (sistem kepercayaan)
    Merupakan produk manusia sebagai homo religius.
2) Sistem Organisasi Kemasyarakatan
    Merupakan produk dari manusia sebagai homo socius.
3) Sistem Pengetahuan
    Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens.
4) Sistem Mata Pencaharian Hidup & Sistem-sistem ekonomi
    Merupakan produk manusia sebagai homo economicus
5) Sistem Teknologi dan Peralatan
    Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber.
6) Bahasa
    Merupakan produk dari manusia sebagai homo Longuens.
7) Kesenia
    Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.
           Cultural-universal tersebut, dapat dijabarkan legi ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil. Disebut kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity Contoh cultural universal pencaharian hidup dan ekonomi, antara lain mencangkup kegiatan seperti pertanian, pertenakan, sistem produksi, sistem distribusi dll. cultural activity dapat dibagi lagi menjadi unsur-unsur irigasi, sistem pengolahan tanah dengan bajak, sistem hak milik atas tanah, dan lainnya sebagainya. Selanjutnya trait-complex mengolah tanah dengan bajak, akan dapat dipecah-pecah kedalam unsur yang lebih kecil lagi.

6.  Wujud Kebudayaan
       Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai 3 wujud yaitu :
1)  Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia :
    Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganuntnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2)  Kompleks aktivitas :
    Berupa aktivitas manusia yang saling beriteraksi, bersifat kongkret, dapat siamati atau diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain, dari detik ke detik , dari hari ke hari, dan dari tahun ke tahun.
3)  Wujud sebagai benda :
     Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untu7k mencapai tujuannya. Aktivitas lkarya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang kongkret bisa juga disebut kebudayaan fisik.
           Ketiga wujud dari kebudayaan tadi, dalam kenyataan hidup masyarakat tak terpisah satu sama lain. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan membeli arah kepada tindakan-tindakan dan karya manusia, menghasilkan benda kebudayaan fisiknya. Sebaliknya kebudayaan fisik membentuk suatu lingkungan hidup tertentu yang makin lama makin menjauhkan manusia dari lingkungan alamiyah sehingga mempengaruhi pula pola-pola perbuatannya, bahkan juga cara berpikirnya.


7. Orientasi Nilai Budaya
        Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C .Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) sistem budaya dalam semuanya kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1) Hakekat hidup manusia ( MH )
hakekat hidup untuk setip kebudayaan berbada secara ekstem, ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang bai "mengisi hidup"
2)  Hakekat karya manusia ( MK )
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, DIANTARANYA ADA yang beranggapan bahwa karuya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerakan hidup untuk menambah karya lagi.
3)  Hakekat waktu manusia ( WN )
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang .

Kerangka Khuckhohn Mengenai Lima Masalah Dasar Dalam Hidup
Yang Menentukan Orientasi Nilai-Budaya Manusia


4) Hakekat alam manusia ( MA )
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengekspolitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebnudayaan yang beranggapan manusia harus humoris dengan alam dan manusia harus menyerah kep[ada alam.
5) Hakekat hubungan manusia ( MN )
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh) . Ada pula yang berpandangan individualitis (menilai tinggi kekuatan sendiri)

8.  Perubahan Kebudayaan
      Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagai hubungan masyarakat lainnya.
      Tidak ada kebudayaan sebenarnya yang statistis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak./ Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi kebudayanan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya, karena terjadi hubungan antar kelompok manusia di dalam masyarakat.

      Terjadi gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1) Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2) Seba-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyaraskat yang hidupnya terbuka yang berada jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain
     Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
     Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan berbeda. Dalam perubahan sosial terjadi perunahan struktur sosial dan pola-pola hubungan sosial, antara lain sistem politaik dan kekuasaan, persebaran penduduk, sistem status, hubungan-hubungan didalam keluarga.
     Perubahan sosial adalah segala perubahaan pada lembaga-lebaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola prilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
     Proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara mereka terjadi hubungan-hubungan , mungkin dalam lapangan perdagangan, pemerintahan dan sebagainya. Pada saat itulah unsur-unsur maing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses mnigrasi besar-besaran dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah :
A. Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima.
B. Unsur0unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima.
C. Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru
D. Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut